Hello there!
Bagi yang telah membaca postingan gue yang sebelumnya, tentu sudah tahu bahwa gue sedang menggarap lagu dan video yang terbaru. Nah, sudah diunggah nih kawan! Judulnya Juragan Sapi.Gue sempat bercerita bahwa lagu gue yang berjudul "Kepedihan Ibu Pertiwi" gue ikut sertakan dalam kompetisi cipta lagu dan video di Temporasi. Namun, ternyata penutupan pendaftaran diundur sampai tanggal 14 April kemarin, sehingga gue berpikir masih ada waktu untuk menggarap video yang lebih baik. Maka dari itu, gue membatalkan keikutsertaan video alay ini di Temporasi dan membuat yang baru. Monggo ditonton dan didengarkan :)
Pada saat harga daging sapi sedang melonjak tinggi, gue bener-bener gak habis pikir, kok bisa negara segede gambreng begini kekurangan produksi sapi. Mungkin karena gue gak ngerti seluk beluk per-sapi-an. Gue bilang ke teteh gue, "andai ya gue tajir gitu, pengen deh punya peternakan sapi di Cipanas". Teteh gue yang pintar itu menjelaskan panjang lebar bahwa bukan hanya memperbanyak peternakan, tetapi banyak faktor lain yang mempengaruhi. Soal rumput Indonesia beda dengan rumput Australia, soal perlakuan terhadap sapi-sapi yang berbeda, dan tentunya soal kepentingan-kepentingan pribadi di balik kepentingan rakyat. *sedih*
Bukan suatu kebetulan gue 'diliburkan' dari kantor. Mumpung libur, pulanglah gue ke Cipanas dan membeli koran Tempo untuk dibaca di perjalanan dalam kereta menuju Bogor. Ehh, ada informasi mengenai lomba TEMPOrasi ini. Langsung terbersit dalam pikiran gue, gue mau buat lagu soal kenaikan harga daging sapi. Beberapa menit kemudian, nada dan lirik sederhana pada baris pertama bait dan baris pertama reff muncul begitu saja dalam otak gue dan gue rekam di dalam kereta. (Jadi saat didengarkan kembali, terdengar bunyi gujesss..gujess..).
Sesampainya di rumah, gue mulai menyusun liriknya.. Dua hari kemudian mulai merekamnya (Proses rekaman akan gue buat dalam blog entry tersendiri ya) dan jadilah lagu dengan format mp3. Gue memperdengarkannya ke mama, mama Anna, dan mama Akang, mereka dukung untuk diikutsertakan dalam lomba ini. Kemudian gue kembali ke Jakarta dan memperdengarkannya kepada teteh. Mukanya aneh saat mendengarkannya. Haha. Saat gue tanya, "apa dong feedbacknya?" doi bingung gimana gitu ngejelasinnya, intinya ada yang aneh. Awalnya gue kira doi gak peduli gitu ngasih umpan balik gak jelas begitu. Tak tahunya, beberapa jam kemudian dia jelaskan bahwa ada bagian reff yang maksa. Dan keesokan harinya, dia menambahkan bahwa sudut pandang, kritik, dan harapan di lagu ini masih bias. Alasannya kurang kuat. Nah, bergumul kembali deh gue dengan browsing-browsing berita soal daging sapi. Setelah melakukan beberapa penyempurnaan di sana sini, maka jadilah lirik lagu Juragan Sapi ini.
Aku bermimpi jadi juragan sapi
memberi pasokan daging sapi di seluruh neg'ri
punya jutaan sapi yang kan mencukup
kebutuhan pasar-pasar, resto-resto dan rumah tangga
Tapi kok rasanya dipersulit
Harga daging lokal tinggi sekali
Daging impor katanya lebih murah
Rasanya lebih lezat...
Reff:
Kumau Indonesia makmur tak perlu impor sapi
Daging lokal ada di dapur harganya tidak tinggi
Dukung perbaikan gizi tingkatkan asupan protein terkaya
Aku menanti teknologi efektif
yang dikembangkan oleh kementrian pertanian
ciptakan bibit unggul yang kan perbaiki
kualitas kuantitas produksi sapi Indonesia
Tapi kok rasanya masih sulit
Anggaran penelitian sedikit
Peluang pinjaman dari bank seiprit
Kredit murah prosesnya rumit...
Perekaman dan syuting jika diceritakan di sini akan menjadi terlalu panjang, nanti saja gue ceritakan. Mohon doanya semoga video ini bisa jadi stepping stone buat kami (Gue, Septy-vokalis, dan Itop-kamerabro) untuk buat yang jauh lebih baik dan lebih profesional. Terima kasih sudah membaca!!