Kesibukan pekerjaan, pelayanan, sekaligus kebiasaan menghabiskan waktu luang untuk menonton televisi membuat gue jarang posting nih. hehe.. Memang ya dasar gue maniak film, film seri, reality show, semuanya.. Jadi jarang berkarya juga..
Video pertama yang gue publish di blog ini berjudul "Kertas". Kali ini, gue berpartisipasi dalam lomba TEMPOrasi yang diadakan majalah TEMPO ini linknya.
Kriteria pemenang dibagi dua: akan diambil 3 pemenang berdasarkan jumlah like dan share terbanyak, dan diambil 3 pemenang berdasarkan hasil penjurian.
Untuk kriteria pertama, sepertinya gak bisa ngalahin teman-teman lainnya yang sangat gencar promosi dan kawan2nya banyak sekali.
Untuk kriteria kedua, sepertinya juga akan gagal, karena gue merasa pembuatannya terburu-buru sehingga saat nyanyi kadang maksa, kehilangan tempo dan fals. Videonya agak alay, apalagi pas yang close up. Tapi gue suka dengan lirik dan nadanya.
Have a look..
Jawaku..
Tanahmu subur makmur.. Namun...
Engkau tertimbun batu..
Terkubur kejayaanmu.. sawahmu.. kebunmu..
Kalimantanku..
Luasmu tak sanggup kupeluk..
Sungaimu menyatukan kami..
Namun engkau tak dianggap.. dikesampingkan..
Reff: saat ini.. kubernyanyi nyatakan pedihnya hati
Ibu pertiwi tak dihargai, melumpuhkan harapan..
Ku tak kan diam.. Aku kan berjuang..
Lautku..
Kau impian semua bangsa..
Indah kaya tak tertandingi..
Namun kau bagai tak ada.. dicuri, dimusnahkan..
Indonesiaku..
Terimalah maafku..
Tak hiraukan hadirmu..
Kuberbuat sesukaku.. ku malu.. ku malu..
Awalnya gue berencana untuk mengangkat tema kenaikan harga daging sapi yang sedang fenomenal, lagu sudah jadi, rekaman sudah rampung, konsep video sudah dibuat, tetapi karena kendala waktu ketemuan dengan tim, kami batalkan.
Namun, hati tetap bersikeras untuk ikut, dan ketika iseng membaca beberapa artikel dan tweet mengenai kondisi pulau Jawa yang makin padat, sementara bagian Indonesia lainnya justru tertinggal, hati gue (kembali) pedih. Menurut gue pemerintah harus bertanggung jawab atas kondisi ini. Pusat maupun Daerah. Meski demikian, gue juga sadari ternyata gue belum berbuat apapun untuk perjuangin hal ini. Kecuali berdoa. Itupun jarang-jarang.
Dan terciptalah lagu ini. Waktu yang gue habiskan untuk menyelesaikan komposisi lagu ini adalah 2 hari. Inspirasi terbesar (selalu) di dalam perjalanan (terutama) di kereta. Setelah jadi dan diunggah, beberapa kawan yang tidak gue expect untuk mendengar dan melihatnya merasa terberkati :) Hal ini membuat gue tidak lagi terobsesi untuk menang di TEMPOrasi ini, sebab cukup buat gue bila ada yang terberkati dan menantikan karya-karya gue selanjutnya. (Dan tentu alasan lainnya adalah karena fals dan video alay gak bisa ditoleransi hehe).
Well, gue bersama tim berencana untuk tetap menggarap video mengenai fenomena daging sapi. Nantikan yah :) :) :)