Sekitar setahun yang lalu gue menciptakan sebuah lagu dengan tema lingkungan berjudul 'Kertas'. Komposisi lagunya masih sangat amatir, dan ada kesalahan lirik saat gue nyanyi. Videonya, tentu saja videonya terkesan norak dan tidak menarik. Share macam apa ini. haha. Enjoy :)
Thursday, August 16, 2012
My own song : 'Kertas'
Sekitar setahun yang lalu gue menciptakan sebuah lagu dengan tema lingkungan berjudul 'Kertas'. Komposisi lagunya masih sangat amatir, dan ada kesalahan lirik saat gue nyanyi. Videonya, tentu saja videonya terkesan norak dan tidak menarik. Share macam apa ini. haha. Enjoy :)
Monday, August 13, 2012
Berkebun: Malu tapi Mau
Hmm, perihal berkebun ini sebenarnya berawal dari dua hal. Pertama, kegelisahan diri gue yang merasa bahwa gue dan tempat yang gue tinggali ini terlalu banyak memproduksi sampah, dan kepingin mereduksi sampah yang ada di rumah. Gue banyak baca blog-blog yang concern akan hal tersebut, salah satu yang applicable itu blognya Pak Sob. Nah, di blog Pak Sob ini dia cerita, kompos hasil recycle sampah organiknya bermanfaat untuk menyuburkan tanamannya. Beliau menanam Jagung, padi, dan kangkung. Bukan untuk dijual tapi untuk dikonsumsi sendiri. Gue jadi kepengen juga tuh! Kan asyik masak dan makan sesuatu yang kita tanam sendiri! Jadi ceritanya ada pergeseran keinginan dari mereduksi sampah jadi bercocok tanam. wait.. Bukan pergeseran kali ya, tapi perluasan keinginan. Hehe. Kedua, si teteh juga emang udah lama pengen punya tanaman cabe dan semacamnya di rumah, tetapi akan sekadar wacana selamanya kalau ga melakukan sesuatu.
So then sekitar sebulan yang lalu ada cabe kering di rumah, gue ambil bijinya dan siap ditanam. Di taman depan rumah kakak gue yang adalah kompleks perumahan gracia residence, yang biasanya ditanami kamboja, dan tanaman-tanaman hias lainnya. Bukan pohon cabe. Malu sih, soalnya kalau diamati dari jauh, kegiatan gue seperti anak kecil main tanah sendirian. -____-' Tapi yaudahlah yaa, tetep gue kerjain. Gue mencungkil (soalnya ga pakai cangkul, tapi pakai sekop kecil) rumput yang udah berakar kuat di tanah. Karena susah, jadi yang tercungkil ga rapi dan ga banyak. Kelihatannya seperti rumput botak gitu. Haha. Pikir gue, yang penting itu biji2 udah gue tanem, gue kasih pupuk, gue sirem. Soalnya gue mauuu banget percobaan penanaman ini berhasil! dan, seminggu kemudian, mereka mulai tumbuh! Ada sekumpulan tunas-tunas di tanah botak itu!
Hal yang lebih memalukan terjadi saat gue menanam tumbuhan lain. Minggu lalu, Sang Kakak meminta gue untuk menanam daun bawang! Di taman depan rumah (juga). Okay, well.. Gue kembali cungkil mencungkil rumput gajah mini itu. Ada tiga daun bawang tegak berdiri dalam satu deretan. Serius, itu keliatannya aneh banget. Besoknya, kokoh tetangga nanya dengan muka heran, "itu daun bawang?". Gue jawab aja sambil cengangas-cengenges "Iya, coba-coba.. Hehehe" Serius gue maluu.
Walaupun malu, gue ga mau tumbuhan-tumbuhan itu dicabut atau mati. Gue senang karena gue memang ingin melihat mereka tumbuh dan gue mau tanam tumbuhan lainnya!! Kalau mau masak, tinggal petik deh. hihi. Berkebun itu menyenangkan, kawan-kawan. Gue ga peduli orang ngeliat taman dengan tatapan aneh. Yang penting mereka bermanfaat!! hahaha
Mungkin gue perlu belajar cara menanam daun bawang dan sebangsanya tanpa melupakan pertimbangan estetika yaaa.. Haha!
Monday, July 23, 2012
Mulai Senang-senang!
Di dalam blog "Senang-senang Setiap Saat" makna kata senang-senang akan lebih berwarna dan indah daripada sebelumnya. Semoga kata senang-senang berhasil mengalami ameliorasi dalam cerita-cerita dan tulisan lainnya yang gue buat. ")
Subscribe to:
Posts (Atom)